Melindungi Jurnalis dari Doxing: Urgensi Pengelolaan Data Pribadi

Laporan SAFEnet menunjukkan bahwa serangan penyebarluasan data pribadi atau doxing terus meningkat setiap tahunnya. Bahkan, pada 2020, kasus doxing naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya, dengan 56% korban adalah jurnalis dan 5% lainnya adalah aktivis dan pembela HAM. Yang mana serangan itu bertujuan untuk merusak kredibilitas dan reputasi korban. Dalam hal ini Undang-Undang Perlindungan […]
Bersatulah Barista Sedunia!

Peliknya Bertahan di Industri Kopi Sekarang ini bisnis cafe atau kedai kopi sudah menjadi tren gaya hidup yang semakin menjamur dan berdampak terhadap perekonomian di Indonesia. Pada tahun 2023 saja diprediksi pendapatan pasar kopi di Indonesia mencapai IDR US$ 2.7 MILIAR, dan kedepannya pendapatan industri kopi ini akan terus meningkat. Akan tetapi, dibalik bisnis kedai […]
Realita Hidup Pekerja Palugada

Sulit Dapat Kerja, Apa Lu Mau Gue Ada Badan Pusat Statistik mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka di Indonesia mencapai 5,32 persen, artinya sebanyak 7,86 juta pengangguran per Agustus 2023 dari 147,71 juta angkatan kerja. Jumlah pengangguran di Indonesia yang semakin tinggi dikarenakan kurangnya kesempatan kerja itu, menimbulkan fenomena pekerja Palugada (Apa Lu Mau Gue Ada) di […]
Bagaimana Perusahaan Media Menerapkan UU PDP?

Tantangan Perlindungan Data Pribadi Media di Indonesia Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (PDP) yang disahkan pada 2022 bakal berlaku efektif Oktober 2024. Bagi perusahaan media yang mengelola banyak data pribadi, tentu tidak mudah menerapkan beleid baru ini. Terlebih, perusahaan-perusahaan berskala menengah dan kecil. Lantas bagaimana perusahaan media dapat menyesuaikan diri dengan UU PDP? Karena, menilik kondisi […]
Polemik Tapera Bagi Pekerja Muda

Upah tak seberapa, (masih) akan dipotong Tapera pula. Wacana Tabungan Perumahan Rakyat dari pemerintah mendapat penolakan keras, terutama dari pekerja muda. Potongan Tapera dari upah pekerja muda yang tak seberapa, dinilai justru memperburuk kondisi mereka di tengah sulitnya akses hunian terjangkau. Seperti apa suara-suara penolakan dari pekerja muda? Simak liputan berikut ini!
