Putar Video

Transmen: Tersisih di atas Kertas, Terabaikan di Kehidupan

Produser
Sherani Soraya Putri
Videografer
Yoko Yonata
Editor Video
Guruh Riyanto

Sebanyak 38% transmen atau trans laki-laki hidup dalam bayang kemiskinan struktural, dengan 56% berpendapatan di bawah Rp3 juta—di bawah atau setara dengan UMP rata-rata di Indonesia pada 2024. Fakta ini terungkap dalam laporan terbaru Transmen Indonesia berjudul “Menuntut Keadilan” yang dirilis di Jakarta, Senin, 3 Februari 2025.

Melalui pendekatan kuantitatif feminisme partisipatoris, penelitian ini tidak hanya menyajikan data angka, tetapi juga mengedepankan suara partisipan dan peneliti trans laki-laki. Hasilnya mengungkap bahwa 42,7% trans laki-laki masih mengalami diskriminasi dalam mengakses hak dasar administrasi kependudukan (adminduk) atau KTP.

Selain itu, lebih dari 80% responden sekadar mengandalkan BPJS Kesehatan atau Ketenagakerjaan sebagai perlindungan minimum. Bahkan, ketika mereka bisa mengakses layanan kesehatan umum, 43% mengalami kekerasan atau pelecehan dari tenaga medis maupun lingkungan sekitar.

Lantas, mengapa hingga mereka masih mengalami hambatan besar dalam mengakses hak dan layanan dasar? Simak liputan selengkapnya

Kamu lelah bekerja keras tapi masih jauh dari sejahtera? Kamu capek dengan berita yang berpihak terus pada pengusaha, penguasa, dan mereka yang kaya? Progresip mendukungmu untuk mengubah keadaan dan kebijakan yang lebih adil untuk pekerja. Suaramu layak didengar, disuarakan, dan dilantangkan. Klik di sini untuk jadi Sekutu Progresip.

Video Terbaru